banner 468x60

Rokok Tanpa Cukai Membanjiri Kepri, Bea Cukai Tidak Berdaya?

banner 160x600
banner 468x60

BATAM, BUANATODAY.COM - Di tengah upaya keras Pemerintah meningkatkan pendapatan non pajak, seperti cukai, retribusi, ternyata di Kepri, khususnya Kota Batam upaya tersebut diatas kurang berhasil. Sebabnya, ditengarai produk rokok tanpa cukai sudah lama membanjiri daerah ini, dari berbagai merk. Seperti, Rexo, Luffman, HD, Camclar dan berbagai merk lainnya.

Sumber media ini menyebutkan, rokok yang dikategorikan illegal  tersebut disamping merugikan negara dari segi pemasukan cukai, juga diduga sangat berbahaya untuk kesehatan bagi yang mengkonsumsinya. Sebab, bahan bakau dari produk rokok tanpa cukai ini tidak jelas diketahui dari mana asal muasalnya. Sumber lain menyebut, bisa saja dari bekas puntung rokok atau kertas-kertas biasa yang diolah secara serampangan.

Jika melihat semakin maraknya peredaran rokok tanpa cukai di Kepri, khususnya kota Batam disebut-sebut pabrik atau pembuatnya ada di kota Batam sendiri. Hanya saja, tak jelas diketahui dimana lokasi pabrik pembuatannya di kota Batam. Kemudian diedarkan ke beberapa daerah luar Kepri, termasuk ke provinsi tetangga.

Bebasnya, rokok tanpa cukai selama ini di Kepri, sebenarnya sudah dipertanyakan beberapa kalangan ke instansi terkait.  Baik ke Bea Cukai Batam maupun Disperindag kota Batam. Beberapa waktu lalu, pihak Bea Cukai Batam pernah menangkap sejumlah pengedar rokok tanpa cukai ini.

(foto: ist)

Hanya saja, sampai saat ini peredarannya tetap marak tidak bisa dicegah. Bahkan secara terang-terangan dijual di sejumlah warung. Media ini pernah mengkonfirmasikan maraknya peredaran rokok tanpa cukai ini ke kantor Bea Cukai Batam. Namun, saat itu hanya sebatas stafnya yang bisa ditemui. yaitu Alviano yang menyebut, dirinya tak berhak mengomentari lebih jauh, selain ke atasannya saja nanti untuk menjelaskan.

Sebenarnya, sudah banyak pihak yang menyoroti maraknya peredaran rokok tanpa cukai ini, seperti misalnya wakil ketua Kepemudaan/keamanan KNPI Batam Riyanto Simanjuntak. 

Ketua Satgas IPK Kepri ini meminta pihak terkait untuk serius menangani peredaran rokok tanpa cukai ini. Jika serius, kata Riyanto, sebenarnya tidak sulit apparat terkait untuk menelusuri sumber peredaran rokok illegal tersebut.

Di samping merugikan pendapatan negara dari sektor penerimaan cukai, juga dari sisi kesehatan yang mengkonsumsinya, sebut Riyanto. Karenanya, Riyanto berharap agar Bea Cukai secepatnya mencari lokasi yang memproduk rokok tanpa cukai itu yang disebut-sebut berada di kota Batam.

Sejauh ini, peredaran rokok tanpa cukai ini masih tetap membanjiri kota Batam yang terkesan adanya pembiaran. Kapan diberantas pak, ujar sejumlah masyarakat yang menyaksikan maraknya rokok tanpa cukai saat ini. Banyak pihak menunggu action dari apparat di daerah ini, agar peredaran rokok yang merugikan negara miliaran rupiah ini bisa dicegah. Kita tunggu saja. (Red)

 

buanatoday
author
No Response

Leave a reply "Rokok Tanpa Cukai Membanjiri Kepri, Bea Cukai Tidak Berdaya?"